Waktu aku SD, aku belum tau apa itu cinta ! untuk tau cinta itu apa saja aku belum tahu, apalagi untuk mengerti.
Nah, disaat itulah aku mengenalnya, mengenal dia sebagai teman.
lama waktu berjalan, ku tau dia menyukaiku. Mengirimi ku surat, memberi kertas, waktu zaman itu namanya ORJI...Umurnya tidaklah sebaya denganku, dia kakak kelasku. Dan Dari situ dia sering melihatku dari rumah tetanggaku itu. Terasa janggal jika setiap langkahku selalu diikuti tatapan matanya.hehe
Setiap pulang sekolah, tetanggaku sering pulang bersamaku, dan setiap itu juga aku menerima surat-surat dari nya. Lucu rasanya jika ingat saat itu.
Akhirnya, dia meminta aku untuk menjadi pacarnya. Oh no ! Tentu saja aku menolaknya, dan lucunya lagi saat itu aku malah menangis.hehe
Semenjak itu aku dan dia tak saling sapa, sampai akhirnya dia lulus SD.
Lama waktu berlalu sampai aku akhirnya masuk di SMP yang sama dengannya. dan selama 3 tahun di SMP itu aku dan dia tak pernah saling menyapa.
Sampai akhirnya aku lulus SMP, tapi aku tidak melanjutkan SMA ku di sekolah yang sama dengannya. Semakin merasa tak saling kenal, walaupun kadang kala aku berpapasan dengannya.
Entah mengapa akhirnya aku dengannya kembali saling berhubungan.
Awalnya, aku mengirimkan permintaan pertemanan untuknya di media friendster, itu karena aku melihat profilnya melalui profil tetanggaku, yang juga temanya.
Lalu kami saling mengirim pesan dinding, dan setelah beberapa kali hal itu kami lakukan, ia meminta no.hp ku. Emh, lalu aku berikan no. ku ke dy.
Tidak hanya sampai disitu, ia lalu menghubungiku. Karena saat itu hp ku lagi rusak, jadi aku tidak bisa terus-terusan berhubungan dengannya, ol friendsterpun jarang.
Saat itu juga aku sudah punya pacar, dia juga begitu.
Sampai suatu saat aku putus dengan pacarku. dan beberapa saat kemudian dia putus dengan pacarnya.
Kedekatanku pun akhirnya semakin lama semakin jauh. Dan akhirnya kita memutuskan untuk pacaran.
Tapi, hubungan itu hanya berlangsung kurang lebih 1 minggu, saat itu hp masih rusak sehingga aku dan dia jarang berkomunikasi, tapi itu hanya beberapa hari karena satelah itu ayah membelikanku hp baru.hehe
Setelah putus, aku masih sering sms dia karena yang aku tau kita putus baik-baik.
Ternyata dugaanku salah, dia memutuskan hubungan kami karena dia menginginkan wanita lain.
Hari itu adalah hari dimana aku pertama kalinya didatengin cewek karena masalah cowok.
Cewek itu datang ke rumahku, membangunkanku dari tidur siangku. Aku bingung siapa cewek itu ?
Dia bicara baik-baik padaku, dia bilang aku sering kirim-kirim puisi ke cowoknya ( yang tadinya pacarku ). oh no ! malunya aku saat itu. Malu-malu bener-bener malu aku dibuatnya.
Dia meminta no.hp ku, dan ia memintaku untuk memberi tau dia kalau sampai cowoknya itu menghibungiku dan aku sangat tidak keberatan akan hal itu.
Sebelumnya, mantanku itu sudah terlebih dahulu. Dia meminta aku untuk tidak menghiraukan jika ada yang menghubungiku dan membahas tentangnya.
Itu pertama kalinya aku diputusin karena cewek lain.
Setelah cewek itu pulang dari rumahku, aku langsung menelpon mantanku itu, aku marah besar kedia, semua fikiranku negatif tentangnya. Dan semenjak saat itu aku benar-benar membencinya, dan memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya lagi, semua no.hpnya pun aku hapus.
Saat malam lebaran, aku memutuskan untuk melupakan sakit hatiku. Aku mengirimkan pesan lebaran kepadanya, entah aku lupa dari mana aku mendapatkan no.hp nya kembali.
Dia meminta maaf padaku dan akupun memaafkannya, walaupun sebenarnya aku masih merasa canggung untuk memaafkannya. Selanjutnya kami kembali tidak berhubungan.
Suatu hari aku bertemu dengan sepupuku di rumah nenekku, dia lumayan dekat dengan mantanku itu. Dia bilang ke aku, kalau mantanku itu seringkali menanyakan aku ke dy. Dan sepupuku itu menyuruh mantanku untuk kembali menghubungiku.
Akhirnya mantanku kembali menghubungiku, sebenarnya aku males untuk kembali berhubungan dengannya, tapi aku nggak mau mempunyai hubungan yang buruk dengan siapapun. Akupun tak pernah berfikir untuk kembali padanya.
Setiap kali dia mengirimkan sms padaku, aku hanya membalas seadanya, karena aku nggak mau hal kemarin terjadi lagi. Dia merasa tidak nyaman dengan sikapku yang terasa dingin dengannya, dan dia mengatakan itu padaku. Akupun mengatakan alasannku. Dan aku bilang ke dia untuk tidak menghubungiku lagi, selama dia masih memiliki pacar, karena aku nggak mau merusak hubungan orang. Namun, dia masih tetap menghubungiku dan dia mengatakan dia akan memutuskan pacarnya. wow !
Kembali aku dan dia tak berhubungan untuk beberapa lama.
Di bulan Januari dia kembali menghubungiku, itu karena dia dan pacarnya sudah putus. Katanya !
Tepat malam senin tanggal 17, dia meminta aku untuk kembali manjadi pacarnya, dia berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama dengan waktu itu. Entah, percaya tak percaya aku akan hal itu. Namun aku meminta waktu untuk menjawab itu.
Dia memberikanku waktu marai besok siang jam 12 ditanggal 18, dengan ketentuan jika aku menerimanya kembali aku akan sms dia. Dan dia memintaku untuk tidak meminta pendapat dengan temanku.
Siang itu di sekolah. Waktu mendekati pukul 12, aku bingung sambil selalu memandang ke arah jam. Akhirnya jam 12 terlewatkan, beberapa menit kemudian dia sms aku,dia bilang
" aku nggak diterima yah ? " , masih tetap bingung apa yang harus aku putuskan dan akhirnya aku balikan....
Tak ada satu temankupun yang aku kabarin atas balikannya aku dan dia...
teman-temanku pasti marah, kalau mereka tau aku balikan, mereka temanku ikut merasakan kecewanya ku beberapa bulan yang lalu, mereka takut hal itu terulang kembali.
Namun serapet apapun aku nyimpen rahasia, ujungnya ketauan juga. yah! awalnya takut buat jujur ke teman, saudarakku, bahkan orang tuaku, karena mereka semua tahu gimana putusnya aku kemarin,
tapi, akhirnya mereka mengerti, dan sampai sekarang mereka bisa liat hal itu nggak terjadi lagi.
Beberapa bulan bisa kami jalani, walaupun pada akhirnya kami harus berbuhungan jarak jauh.dan kali ini aku yang buat ulah.
Disaat dia lagi sibuk dengan urusan kuliahnya, aku sering terabaikan, dan tanpa kusadari ada orang lain yang mencoba masuk kekehidupanku. Aku sering smsan dengannya. Awalnya semua bisa aku simpen, tapi akhirnya ketauan juga. Pacarku marah besar tau hal itu. Hal itu nggak cuma sekali, aku sempet ngulangi hal yang sama. Tappi akhirnya aku bisa benar-benar menjauh dari hal itu. Sulit rasanya untuk mengembalikan kepercayaannya padaku, mungkin sampai saat ini, dia belum bisa percaya aku. Aku juga nggak bisa maksain hal itu. Aku percaya, kalau dia sayang sama aku, dia pasti bisa percaya sama aku. Karena aku percaya sama dia, jarang terlintas difikiranku jika akan mengulangi hal yang sama, yah ! aku sayang sama dia, makanya aku percaya sama dia.
Sampai hari ini, hubunganku sudah 9 bulan, dan selama itu banyak harapan yang belum tercapai. Dia jarang banget inget hari jadi kami. Dia jarang banget nelpon tanpa disuruh, dia jarang sms kalau aku nggak sms duluan, tapi dia punya cara sendiri buat bahagiain aku, buat aku bangga punya pacar kayak dia, tapi sayang itu jarang banget dia tunjukin ke aku.
Baru kali ini aku pacaran yang bener-bener nggak berhubungan dengan cowok laen selain dia, walau dia nggak ngehubungin aku, yah yang nemenin aku paling mp4 atau aku buat blog, yang bisa ngabisin waktu, kayak malem ini iny...udah seharian kita nggak komunikasi karena hp nya ilang.
Keluhan yang aku punya tentang dia, pengen banget aku keluhin ke dia, tapi tiap kali aku membahas soal ini dia sering marah, mungkin dia keberatan kalau aku omongin semua nya ke dia..
Menurutnya, aku sering membesar-besarkan masalah, padahal kalau masalah yang kecil itu terus aku simpen kan bakalan numpuk.
Selama 9 bulan ini, jarang kita buat ngomong putus, tapi pernah aku ngmong gitu beberapa kali dan ujungnya selalu aja ditahan perasaan yang nggak mengenakan itu.
akhir-akhir ini aku ngerasa banget perbadaannya, beda banget sama yang dulu-dulu. Aku pengen banget dia selalu ada buat aku, biar aku nggak nerasa kesepian, biar aku nggak sempet buat ngebuka hati aku untuk orang lain, biar kamu bener-bener jadi yang terakhir buat aku :(
Tapi 1 hal yang bisa selalu aku banggain, dia bisa pegang omongannya.
yaa,,hal itu yang saya yakini untuk saat ini...
hari ini, tanggal 27 Desember, dimana aku melanjutkan tulisanku, dan saat ini, aku dan dia telah benar-benar berpisah, kurang lebih sudah 3 minggu, namun kami masih berhubungan dengan suasana yang dingin dari dia...
beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk tidak bersamanya lagi, aku sudah lelah menjalaninya, dia bisa menerima semua itu namun beberapa hari kemudian dia mengira aku memutuskan semua ini karena orang lain, hal itu tidak benar adanya, namun dia tidak mempercyaiku, susah untuk dijelaskan dengan kata-kata.
kalau diingat rasanya lucu perkenalanku dengannya...
ku harap kamu membaca mz,,,