Dia bagaikan kertas putih, yang tadinya tidak tidak tau ap yang akan tertulis diatasnya.
Dia seperti air yang berjalan, dan menjalani hidupnya dengan mengikuti aliran yang membawanya.
Kini, dia adalah kertas dimana sebagiannya telah terisi,
Dimana dia diam saat aliran air itu membawanya ketempat yang salah, karena aliran yang begitu derasnya, yang tak mampu dia hentikan !
Dia kini hanya kertas, yang mungkin sudah tak berarti, ttap mengalir mengikuti aliran ...
Dia disini, mencoba mencari, adakah pohon tumbang, yang mampu menghalanginya agar tak mengikuti arus air yang selama ini salah membawanya ???
Dia begitu tegar, berdiri sendiri menghadapi arus yang membawanya,
Ingin rasanya berteriak dan meminta bantuan pada setiap mereka yang terlihat..
Namun rasanya malu, jika ia menyadari bahwa dia hanyalah selembar kertas yang terbawa arus yang salah ...
Ingin menangis, namun ‘aku hanyalah kertas, yang terbawa arus’ tak ada yang bisa dilakukan, selain ia bertemu dan menemukan pohon tumbang itu, karna baginya, hanya itu yang mampu menyelesaikan tulisa-tulisan yang terpotong pada dirinya, dan menyelamatkannya dari arus itu ...
Hingga kini, sudah banyak pohon-pohon itu, namun tak satupun yang mampu membawanya kedaratan...