Total Tayangan Halaman

Senin, 26 Desember 2011

26 Desember 2011

tak pernah sengaja, untuk mengingat apa lagi sengaja untuk merasakan apa yang sampai detik ini ak rasakan, dari beberapa tahun yang lalu, yang tak pernah berubah. rasa yang selalu ada karena kamu !
hehm, entahlah kenapa begitu sulit bagiku, pergi dan melupakan bahkan membuang jauh, rasa yang tak pernah kau rasakan kembali, rasa yang kau tak tahu aku merasakannya, rasa yang setiap melihat gambar-gambar mu yang hanya mampu membuatku tersenyum sendiri atau bahkan menangisinya, rasa yang mungkin tak kan pernah hilang.
sejatinya kusadari, ak bukan siapa2 atau bahkan aku bukan apa2 dimatamu. tapi, ketahuilah bagiku kau sempurna, walau aku tak bisa merasakan secara nyata kesempurnaan itu.
aku mempunyai seseorang yang aku sayang dan menyayangiku dengan nyata, tapi dibalik semua kenyataan itu, aku tetap memberikan cela ruang untuk kau selalu ada disitu, walau ak tau itu mengusikku, namun tak bisa kutolak, pengaruh yang kau buat pada hidupku begitu nyata.
cuma dengan menulis ini, ak bisa ungkapkan semuanya, walau ak tau kau tak pernah membacanya,.
13, kumohon ! pergilah dari hatiku jika hanya membuat harap yang perih untuk kurasakann dari beberapa tahun yang lalu hingga sekarang.
entah kata yang seperti apa yang ingin ak ungkapkan, yang jelas rasa ini begitu dalam, hingga ku tak mampu menahannya lagi. waktupun rasanya enggan menghapus mu dari hatiku, apa lagi dari hidupku.
13, kau tau. kenapa ak punya impian itu ? salah satunya karena kamu, kamu menjadi semangatku, kamu mengajarkan aku banyak, walau itu hanya kupahami sendiri tanpa sebenarnya kau ajarkan.
aku benar2 ingin melihat mu lagi setiap hari, cukup melihatmu aku bisa berlonjak girang ketika itu. namun, karena waktu, aku setia menunggumu ketika kau pulang, dan menunjukkan kebolehanmu dilapangan itu. dan kini, ak tetap setia menyimpan setengah hati untukmu walau ku yakin kau tak tau..
kamu tahu, waktu kamu keluar dari pertandingan SMA, buat ku pertandingan berikutnya tidaklah berarti. karna buatku kamulah satu2nya bintang bersama bola itu dilapangan.
ak rindu akan meneriaki memberimu semangat, walau dulu ada pacar mu. hihi sekarang ak baru rasakan malu atas apa yg dulu aku lakukan.
tapi, jujur untukmu 13ku aku menyayangimu,malau mungkin kamu hanya menjadi bintang dilangit yang tak mampu aku gapai, bahkan untuk melihat mu secara jelaspun aku tak mampu.
Tuhan, ku harap suatu saat nanti, entah itu kapan.. dia akan membaca tulisan ini. aku ingin dia tahu, bahwa dari dulu sampai sekara

Jumat, 01 April 2011

2 April ...

*bintang pada malam...
ketika malam bertanya pada bintang...
Mengapa kamu hadir sesukamu ?
Tag ad kah niat dan keinginanmu untuk selalu hadir dan menemaniku ?
Dengan senyum bintang mnjawab,
Ak selalu ad menemani malammu...
Walau kadang ak tag menghiasimu,
Tapi percayalah aku selalu bersamamu, dan menerangi kegelapan yang ad dihatimu, walau kadang ak tak mampu berbagi cahayaku pada sang bumi....

*masa putih abu2
Waktu berjalan begitu cepat...
tak terasa perpisahan pun semakin dekat...
Aku, kamu, mereka, adalah kita, Satu karena rasa yang pernah ad...
kenangan2 yg ad akn trus trekam dalam ingatan memori kita...
Tak terasa tetes2an air mata ini jatuh tanpa kita sadari..
Mengingat semua yg pernah kita alami bersama, mengingat pertikaian yg pernah ad d antara kita, namun it adalah warna bagi kita..
Waktu seakan hilang Ketika kita mnyadari bahwa kini kita akan melangkah sendiri ..
Tanpa bergandeng tangan
Tanpa tawa dan canda yg terdengar begitu lepas..
Kini semua itu tag kan ad lagi..
Semua hanya akan menjadi kenangan...
Dimasa putih abu2 yg tak kan terulang...
Diam sejenak, dan rasakan detak jantung kalian...
Rasakan detakan yg smakin lemah, pertanda kita akan merasa kehilangan...
Karena kita satu, saling memiliki !

*penantian 13...
Kadang ak berhenti berfikir...
Mengapa ak tag berhenti mengharapkan kamu, yang entah. Apakah ak ad d fikiranmu ????
Mengapa harus kamu ?
Dan mengapa harus ak ?
Ku berdiri ditanah yg lapang, yang begitu luas, sendiri ...
Menunggu dan mengejar harapan yang entah kapan bisa ku gapai !!
Tag terasa tetesan air mata ini jatuh ...
Tanpa ku sadari ku rasakan begitu luka, begitu menyakitkan saat ak menyadari ak hanyalah angin yang tag pernah kau perdulikan...
Dimana mataku ?
Dimana fikiranku ?
Yang seharusnya aku melupakanmu...
Melupakan kamu, yang pernah ad dihatiku, walau kusadari ak bukan lah sesuatu yg berarti buatmu...
tahukah kamu, berapa lama ak menahan perasaan ini ?
Tahukah kamu ap yang ak rasakan ?
Sadarkah kamu, ad nya ak yang selalu ingin menjadi bagian dari hidupmu ?
Kian kau sakiti ak, kian kuat rasaku ingin menjadi angin yang kuat yang akan membawamu terbang bersamaku...
Ku ingin kw sadari, ak disini menunggu datangnya waktu yang terbaik untukku...

Jumat, 25 Maret 2011

tentang rasa...

Hari ini adalah sisa-sisa waktuku di SMA ini...

Dimana ak dan kenangan tentangnya bersama mereka.

Disela waktu senggangku ku tulis setiap kata yang bermakna untuk diingat, dalam memori ketika kita telah dipisahkan oleh jarang yang ada.

Kenangan tentang rasa !

Cinta, kesetiaan, dan persahabatan yang kutemukan ketika besama kalian..

Dimana aku belajar menatap masa depan, dimana aku mencoba hal-hal baru tentang teman dan kesetiaan disetiap genggaman tangan kita yang menyatu disaat masing2 dari kita tetap melangkah tanpa terpisah walau dengan arah yang berbeda....

Kudisini mengenal cinta..

Cinta yang pernah ku anggap salah, cinta yang kini melukai orang lain...

Jika ada yang bilang cinta ini salah ?

Ya, awalnya ini adalah cinta terlarang yang kurasa dan ku mengerti.

Namun, semakin jauh ku melangkah semakin peka ku terhadap rasa yang ada..

Rasa dimana aku dan kamu serta dia menjadi satu tanpa ikatan pasti ..

Kini ku mengerti, jika cinta memilih maka ak hanyalah ilalang yang dengan mudah kan terbawa angin yang kan membawaku kemanapun ia menerbangkanku...

Bersama rasa, cinta.

Yang kupahami kamu dan dia adalah separuh dari hidupku, cinta bukanlah pilihan tapi ia kepastian, dimana ak sama sekali tak dapat memutuskan apa yang kan kupilih, apa yang kumau dan apapun yang ada dihati.

Dimana rasa itu tersimpan, dimana rasa bergetar dan dimana ak menyadari, bahwa aku merasakannya.

Rasa yang membawaku harus memberi kepastian, dimana aku sendiri tak tahu apa yang akan ak pastikan,,,

Tanpa rasa takut ku melangkah, menggenggam setiap tangan yang terbuka diantara aku dan mereka yang setia ada untukku tanpa memaksaku untuk memutuskan, melangkah bersama tanpa ada rasa ragu untuk bilang, kita untuk selamanya..

Disaat ini lah aku mengenal kesetiaan sahabat, diselaku mengenal cinta....

Yang terukir indah dimemori ingatanku. Untuk setiap detak jantungku dan setiap hembus nafasku...

Disekolah, dimasa putih abu2ku !!

Selasa, 01 Maret 2011

benarkah sahabat itu ada ?

Disini ku diam, melihat semua yang ada disekeliingku, mencoba mencari tau, apa sebuah pertemanan itu dan bagaimana sahabat itu ?

Diam dan tetap mencari, apakah aku punya sahabat ataukah hanya teman ?

Didalam diamku, aku mencoba mengingat apa yang telah aku lalui bersama mereka, orang yang selalu aku jumpai !

Sampai akhirnya aku memutuskan, yah ak punya teman, dan mereka sahabatku. Lama waktu berjalan bersama mereka, yah yang aku punya hura-hura dengan mereka, ceria mereka. Tapi, saat aku renungi, kemana aku ? dimana aku ? ketika mereka hanya ingin bahagia sendiri, mengapa aku ? mengapa aku terasa sungkan mengeluh padanya, apa yang ada difikiranku ? semua terasa persaingan !

Kini ku buka mataku, mencoba mencari sosok seorang sahabat ! dimana aku dapat bersandar tanpa rasa malu. Dimana aku akan merasa sedih pada tempatnya, dimana aku menyadari, bahwa hidup tak selamanya diatas, bahwa hidup adalah aneka ragam rasa. Dimana kita harus menikmati semua rasa yang ada.

Sampai aku menulis tulisan ini pun aku belum tau, apakah aku punya sahabat?

Tapi satu yang ku ingat yang masih aku punya, aku punya teman yang beragam, dimana kami kadang tak bisa menyatukan rasa yang harusnya kami nikmati bersama. Dan satu yang aku sadari, aku punya sosok, dimana aku menyadari, hidup ini bukan miliki, tapi aku hanya bisa mengatur kehidipan itu, agar terlihat berarti sampai aku menyadari, bahwa aku tak bisa menikmati hidup lagi.

Dia, sosok orang yang bisa, berbeda sifat, cara fikir, dan kehidupan yang berbeda denganku. Tapi sosok ini lah yang terasa menyambutku dengan tangan terbukanya, dan membiarkan bersandar dipundaknya, kala aku galau, kala aku tak tau harus mengadu dengan siapa, itu perlahan aku lakukan, walau awalnya ku sadari kami bukanlah satu yang menyatukan diri. Tapi, kini kupahami, untuk menjadi satu, harus berawal dengan yang berbeda hingga dia menyatu seperti 01, disebut satu yang sebenarnya terdiri dari dua angka yang berbeda.

Entahlah, dia atau dia yang lain sosok sahabat yang aku cari !!!

Dan satu yang menjadi kekuatan difikiranku, AKU HARUS MENJADI SAHABAT YANG BAIK UNTUK TEMANKU, SEBELUM AKU BERMIMPI AKU AKAN MENDAPATKAN SAHABAT YANG BAIK !

Sabtu, 19 Februari 2011

kertas...

Dia bagaikan kertas putih, yang tadinya tidak tidak tau ap yang akan tertulis diatasnya.

Dia seperti air yang berjalan, dan menjalani hidupnya dengan mengikuti aliran yang membawanya.

Kini, dia adalah kertas dimana sebagiannya telah terisi,

Dimana dia diam saat aliran air itu membawanya ketempat yang salah, karena aliran yang begitu derasnya, yang tak mampu dia hentikan !

Dia kini hanya kertas, yang mungkin sudah tak berarti, ttap mengalir mengikuti aliran ...

Dia disini, mencoba mencari, adakah pohon tumbang, yang mampu menghalanginya agar tak mengikuti arus air yang selama ini salah membawanya ???

Dia begitu tegar, berdiri sendiri menghadapi arus yang membawanya,

Ingin rasanya berteriak dan meminta bantuan pada setiap mereka yang terlihat..

Namun rasanya malu, jika ia menyadari bahwa dia hanyalah selembar kertas yang terbawa arus yang salah ...

Ingin menangis, namun ‘aku hanyalah kertas, yang terbawa arus’ tak ada yang bisa dilakukan, selain ia bertemu dan menemukan pohon tumbang itu, karna baginya, hanya itu yang mampu menyelesaikan tulisa-tulisan yang terpotong pada dirinya, dan menyelamatkannya dari arus itu ...

Hingga kini, sudah banyak pohon-pohon itu, namun tak satupun yang mampu membawanya kedaratan...

Mampukah ???

Berdiri dengan kedua kaki, ketika badai itu datang rasanya sangat sulit, apalagi dia ! Yang hanya berdiri dengan satu kakinya. Dia mencoba menerpa angin itu, menutupi segala kesedihannya agar saat orang melihatnya, yang terlihat hanyalah senyumnya, senyum keberhasilan prestasi yang dia punya.

Menangis, ku yakin dia selalu menangis ketika menatap foto usang dan tua itu, kecewa itu yang dia rasakan ketika ia membaca kembali buku harian itu, buku dimana dia tahu bahwa ibunya selalu menyayangi dia, dimana dia tahu bagaimana ayah begitu tega terhadap anaknya sendiri. Bagaimana dia harus bersikap pada orang yang setega itu dan orang yang harus dia hormati ?

Kini, dia telah beranjak remaja, dimana dia akan menentukan apakah dia akan melanjutkan sekolahnya atau tidak ? aku akui sebagai temannya dia termasuk orang yang pintar, dan tidak mustahil baginya dia bisa masuk sekolah favorit yang ada di Indonesia ini, ditambah lagi dengan kemauannya yang kuat itu.

Aku tahu kesedihan dan kebingungan yang dia rasakan, ketika orang terdekatnya tidak mengharapkannya untuk meneruskan sekolahnya, dia merusaha mencari jalan dimana kehidupannya akan ia tata. Tak terfikir olehnya jika harus menuruti kemauan orang yang selama ini ia hormati.

Ada hak baginya untuk merasakan kasih sayang ayahnya, yang kini telah berubah, karena hanya ayahnya lah yang dia punya, ibu telah lama membiarkannya untuk hidup mandiri. Namun keinginan itu kadang terusik ketika mengingat tulisan demi tulisan di buku harian milik ibunya itu.

Ada perasaan berdosa jika ia tidak menuruti kemauan orang yang selama ini merawatnya. Disaat seperti ini lah, badai itu datang, ketika ia tidak lagi mempunyai kaki sebelahnya untuk dia dapat bertanya jika jalan yang ia pilih salah.

Dan orang-orang seperti inilah yang paling kuat dalam menyembunyikan kesedihan yang dia punya.